Fakta dan Mitos Olahraga Saat Pandemi

Fakta dan Mitos Olahraga Saat Pandemi

youvit_olahraga_saat_pandemi

Olahraga saat pandemi kini jadi sedikit lebih tricky. Di dunia tanpa virus corona, kita bisa bebas mengikuti berbagai kelas favorit di gym, berolahraga bersama teman-teman dan kerumunan massa lainnya di car free day, atau seru-seruan ikut fun run bareng pecinta olahraga lainnya. Kini tentunya kita harus lebih berhati-hati; menghindari kerumunan dan sebisa mungkin tidak berolahraga bersama terlalu banyak orang dalam jarak yang berdekatan. 

 

Tren olahraga saat pandemi pun kini mengalami perubahan. Banyak yang kini ramai-ramai memulai hobi baru; bersepeda misalnya.   

 

Baca juga: Amankah Gowes Di Tengah Pandemi? Ini Tips Bersepeda Saat New Normal

 

Ada juga yang mulai rutin melakukan berbagai olahraga yang bisa dilakukan di rumah saja, mulai dari yoga hingga cardio.

 

Baca juga: 5 Olahraga Di Rumah Yang Bisa Rutin Dilakukan Selama Social Distancing

 

Apapun jenisnya, yang pasti olahraga saat pandemi tetap menjadi salah satu kebutuhan utama kita semua untuk meningkatkan imunitas tubuh dan tetap bugar secara fisik maupun mental.

 

Beberapa waktu lalu, Nutrition Expert YOUVIT gummy multivitamin Rachel Olsen B.Sc. dan Brand Ambassador YOUVIT Anavaliza Atmadja, yang merupakan Miss Scuba Indonesia 2019, ngobrol-ngobrol seputar fakta dan mitos olahraga saat pandemi. Penasaran kan, apa saja yang merupakan fakta dan mitos di tengah banyaknya kabar yang beredar seputar olahraga?  

 

1. Olahraga di luar ruangan lebih sehat

 

Ini Mitos Dan Fakta Berolahraga Saat Pandemi Covid-19

 

Fakta atau mitos?

Jawabannya: TERGANTUNG.

Jadi tidak sehat kalau kamu olahraga bersama orang-orang lainnya dengan jarak yang berdekatan. Disarankan untuk olahraga di tempat terbuka yang sepi, seperti lari mengelilingi kompleks rumah atau lebih baik sekalian saja olahraga di rumah yang lebih minim risiko.

 

2. Olahraga sebaiknya tidak memakai masker

 

Ini 10 Mitos dan Fakta Seputar Olahraga Selama Masa Pandemi Covid-19 -  Tribun Bali

 

Fakta atau mitos?

Jawabannya: FAKTA.

Hal ini dikarenakan olahraga dengan masker tidak baik untuk pernapasan. Awalnya Badan Kesehatan Dunia WHO mengeluarkan peraturan untuk tetap memakai masker saat berolahraga. Namun peraturan tersebut disesuaikan dengan sebaiknya jangan memakai masker saat sedang lari di luar ruangan.

 

Hal ini dikarenakan olahraga cardio dengan memakai masker bisa berakibat buruk bagi pernapasan kita. Apalagi olahraga di luar ruangan mayoritas merupakan cardio yang membutuhkan banyak oksigen bagi tubuh agar dapat melakukan metabolisme dengan cepat. Nah, memakai masker bisa membatasi jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh kita. Itu sebabnya, jauh lebih aman untuk berolahraga di dalam rumah atau di pekarangan rumah saja.

 

Baca juga: Kenali Jenis Masker Yang Bagus Dan Aman

 

3. Olahraga yang mengeluarkan banyak keringat = banyak lemak yang juga terbakar 

 

Keringat Banyak Keluar Saat Olahraga Bisa Bikin Langsing? Ini Faktanya

 

Fakta atau mitos?

Jawabannya: MITOS.

Kalau kita berolahraga dan mengeluarkan keringat lebih banyak dari biasanya, bukan berarti kita membakar lemak lebih banyak. Hal ini merupakan reaksi tubuh meregulasi suhu di dalam tubuh agar tidak merasa terlalu panas. Itu sebabnya, tubuh secara otomatis mengatur suhu tubuh, menyesuaikannya dengan suhu di luar tubuh.

 

4. Minum air hangat di saat olahraga meningkatkan pembakaran lemak

 

11 Manfaat Hebat Rajin Minum Air Putih Hangat Tiap Hari

 

Fakta atau mitos?

Jawabannya: MITOS.

Tubuh kita memiliki suhu normal sekitar 35-36 derajat Celsius. Jadi, ketika kita mengonsumsi sesuatu yang panas atau dingin, maka tubuh kita akan berusaha menyesuaikan suhu makanan atau minuman tersebut agar suhunya sama dengan suhu badan kita. Itu yang selama ini membuat orang banyak yang salah kaprah dan mengira proses tersebut dapat meningkatkan pembakaran lemak.

Menurut Rachel, tubuh akan melakukan pembakaran metabolisme saat kita meminum air hangat untuk mengembalikan suhu tubuh kita ke suhu normal. Namun pembakaran metabolisme itu sangat kecil (tidak lebih dari 10 kalori), jadi tidak akan membakar lemak sampai signifikan.

 

Malahan minum air hangat sebelum berolahraga bisa menimbulkan bahaya yang lain bagi tubuh kita, lho! Kita menjadi kerja lebih ekstra untuk mendapatkan oksigen di dalam tubuh, sehingga bisa menimbulkan dehidrasi dan hyperventilating. Itu sebabnya, Rachel menyarankan kita untuk minum air dengan suhu ruangan saja sebelum berolahraga.

 

Baca juga: Air Es Bikin Gemuk: Mitos Atau Fakta?

 

5. Sebelum olahraga sebaiknya tidak makan

 

4 Mitos Keliru Tentang Makan Sebelum Olahraga - Woop.id

 

Fakta atau mitos?

Jawabannya: FAKTA.

Ritual Anavaliza sebelum olahraga pagi biasanya hanya minum air putih saja dan sengaja tidak menambah kalori. Hal ini dikarenakan ia ingin memastikan tubuhnya membakar kalori yang sudah ada sejak semalam.

 

Menurut Rachel, di saat kita sedang tidur, tubuh memakai glukosa (energi dalam bentuk gula) di dalam ginjal dan hati kita. Itu sebabnya, di pagi hari kadar glukosa dalam tubuh sangat rendah, sehingga saat kita langsung berolahraga maka energi yang dipakai oleh tubuh adalah lemak. Hal ini yang menyebabkan olahraga di pagi hari tanpa sarapan efektif untuk membakar lemak lebih banyak. Tapi ingat ya, setelah olahraga makannya tetap harus dijaga kalorinya agar tidak percuma dan malah meningkatkan kembali kadar lemak dalam tubuh.


Selain rajin berolahraga, jangan lupa juga mengonsumsi YOUVIT gummy multivitamin #1gummysetiaphari dengan rasa mix berry yang enak dan praktis untuk menjaga imunitas tubuhmu agar tidak gampang sakit dan selalu fit.