Article Detail

5 Tips Mencegah Anak Stunting dan Tumbuh Pendek

Tahukah Mama, bahwa anak-anak Indonesia masih dihantui oleh gizi buruk? Kekurangan gizi ini membuat banyak anak Indonesia stunting.

 

Balita yang menderita gizi buruk mencapai 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8%.

 

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, sebanyak 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8%. 

 

Apa Itu Stunting? 

Seperti yang telah kita ketahui, 1.000 hari pertama (sejak janin dalam kandungan hingga berusia dua tahun) kehidupan bayi merupakan usia emas bagi tumbuh kembang anak.

 

Mereka seharusnya mendapatkan asupan mineral yang penting untuk pertumbuhannya, yaitu zink. Namun masih banyak balita yang kekurangan mineral ini.

 

Selain itu, ASI Eksklusif selama 6 bulan juga sangat penting bagi tumbuh kembang balita. Sayangnya anak-anak yang seharusnya menjadi harapan masa depan bangsa Indonesia masih banyak yang mengalami masalah gizi (29,9%) di usia dini. 

 

Anak yang terus menerus mengalami kekurangan gizi bisa mengalami stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak-anak yang menyebabkan tinggi badannya pendek, di bawah rata-rata anak seusianya.

 

Bagaimana cara mencegah anak stunting?

 

Lalu bagaimana ya supaya anak-anak bisa mendapatkan gizi yang tepat untuk tumbuh kembangnya sehingga tidak mengalami stunting? Simak 5 tips berikut ini yuk, Ma!

 

1. Buat jadwal

Anak-anak perlu makan setiap tiga hingga empat jam: tiga kali makan utama, dua kali makanan ringan, dan banyak minum air. Jadwal makan yang padat ini akan memberikan menu diet yang seimbang bagi anak Anda dan tentunya mengurangi kerewelan mereka, karena tak akan pernah lagi kelaparan! 

 

Stok wortel, brokoli, apel, jeruk, yogurt, dan air sebagai bekal mereka saat Anda bepergian bersama sehingga tidak harus bergantung pada makanan cepat saji.

 

2. Menu makan seragam

 

Biasakan anak-anak Anda makan makanan yang sama untuk seluruh anggota keluarga. Selain menghemat tenaga, Anda bisa memulai kebiasaan makan sehat untuk seluruh keluarga sekaligus! A

 

nak-anak sering meniru perilaku orang tua mereka, jadi ketika mereka tahu menu makanan mereka dibedakan, ada kemungkinan mereka rewel dan tidak mau memakan makanan mereka sendiri.

 

3. Perkenalkan makanan baru secara perlahan

 

Anak-anak pada dasarnya rewel dan pemilih dalam hal makanan, apalagi jika mereka sudah mempunyai makanan favorit. Oleh karena itu, terkadang sebagai ibu kita harus kreatif mencari cara supaya anak-anak menyukai makanan baru (terutama sayuran!) kepada mereka.

 

4. Eksperimen dengan bumbu dan saus celup

 

Jika anak-anak masih kesulitan untuk makan sayur-sayuran yang rasanya aneh di lidah, coba berikan saus favorit mereka, misalnya saus barbeque, saus tomat, atau saus mayonaise untuk salad.

 

5. Masak bersama anak

 

Ajak anak-anak berkreasi dengan variasi bahan makanan sehat. Semakin kreatif makanannya, semakin banyak pula bahan-bahan makanan sehat yang akan mereka konsumsi.

 

Selain itu, hal ini juga akan membantu Anda dan anak membangun hubungan berkualitas ibu-anak serta kesempatan bagi Anda untuk mengenalkan berbagai sayur-sayuran, buah-buahan, dan fungsinya bagi tubuh.