Imunisasi Orang Dewasa, Pentingkah?

Imunisasi Orang Dewasa, Pentingkah?

youvit_vaccine

Pemberian vaksin telah terbukti dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan virus berbagai penyakit. Namun selama ini imunisasi identik diperuntukkan bagi bayi dan balita. Meski demikian siapa bilang orang dewasa tidak membutuhkan imunisasi? 

 

Kebijakan imunisasi di Indonesia yang masih mengutamakan bayi dan anak-anak membuat peran imunisasi orang dewasa terabaikan. Padahal, imunitas dari vaksin yang didapatkan saat masih kecil dapat hilang saat beranjak dewasa, lho! Itu artinya, kita tetap berisiko terkena penyakit baru.

 

Imunisasi merupakan salah satu tindakan medis dengan cara menyuntikkan mikroorganisme penyebab suatu penyakit yang telah dilemahkan ke dalam tubuh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga siap menerima “serangan” dari penyakit tersebut di kemudian hari. 

 

Bahkan menurut laporan “State of the world’s vaccines and immunization” edisi ketiga yang dikembangkan oleh WHO dan UNICEF, semakin banyak vaksin yang dihadirkan untuk melindungi orang dewasa sejak tahun 2000. Vaksin-vaksin ini dikhususkan untuk melindungi para orang dewasa dari berbagai macam penyakit yang mengancam nyawa, seperti influenza, meningitis, dan kanker yang umumnya muncul di usia dewasa.

 

Karena pada dasarnya, fungsi dari pemberian vaksin adalah untuk “membentengi” tubuh dari serangan penyakit. Dan kenyataannya perlindungan tersebut juga dibutuhkan oleh orang dewasa. Pemberian vaksin memang biasanya dimulai sejak kecil, dan harus diselesaikan sampai lengkap.  Oleh karena itu, penting untuk memastikan apakah seseorang sudah menerima vaksin secara keseluruhan atau belum.

 

Meski sama-sama penting, pemberian vaksin pada anak kecil dan orang dewasa tak bisa disamaratakan. Ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan saat orang dewasa akan divaksin. Berikut beberapa diantaranya: 

 

1. Kondisi fisik orang tersebut

 

Image result for Kondisi fisik orang tersebut

 

Misalnya, apakah kamu telah mendapat imunisasi yang lengkap saat kecil hingga bagaimana kondisi dan kekebalan tubuhnya sebelum disuntik.

 

2. Lakukan pemeriksaan menyeluruh

 

Image result for Lakukan pemeriksaan menyeluruh

 

Pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh dokter sangat penting untuk dilakukan agar kamu tahu berapa dosis, waktu, komponen, dan kandungan yang tepat dalam pemberian vaksin. Apalagi jika kamu belum pernah divaksin sama sekali atau vaksin yang diberikan tidak lengkap pada saat kanak-kanak.

 

3. Proses pemberian vaksin

 

Image result for Proses pemberian vaksin

 

Proses ini juga akan berbeda jika seseorang memiliki kondisi medis tertentu, seperti sedang hamil, pengidap diabetes, penyakit jantung, stroke, infeksi HIV serta kondisi lain yang membutuhkan perhatian lebih. Orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah pun dianjurkan untuk selalu terkoneksi dan menerima saran ahli terlebih dahulu sebelum memutuskan jenis vaksin yang dibutuhkan.

 

4. Fungsi pemberian vaksin

 

Image result for fungsi pemberian vaksin

 

Pada orang dewasa, pemberian vaksin biasanya lebih bertujuan untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Apalagi jika sudah ada korban yang terjangkit.

 

5. Jangka waktu pemberian vaksin

 

Image result for Jangka waktu pemberian vaksin

 

Vaksinisasi harus diberikan pada periode tertentu, yaitu setiap 10 tahun selama seumur hidup. Hal ini disebabkan karena vaksin biasanya hanya dapat bertahan sampai 10 tahun dalam melindungi tubuh. Seiring berjalannya waktu, ditambah faktor kekebalan tubuh, kemampuan vaksin dalam melindungi dan mencegah penularan penyakit pun akan semakin menurun. Maka dari itu, penting mengetahui kapan terakhir kali kamu menerima vaksin dan segera lakukan vaksin ulang saat dibutuhkan.



Vaksinasi akan membantu meningkatkan kembali daya tahan tubuh dan membuat kamu tidak mudah sakit. Beberapa fakta pendukung pentingnya imunisasi yang didapat dari WHO dapat terlihat dari tingginya angka kematian akibat influenza sejak tahun 2003, yang telah membunuh puluhan juta burung dan 400 kasus yang menjangkit manusia di 16 negara, di mana 40% diantaranya berakibat pada kematian hingga Mei 2009.

 

Selain itu, menurut data dari GLOBOCAN, ada 493.000 kasus kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV sepanjang tahun 2002 dan 274.000 diantaranya menyebabkan kematian.

 

Lalu, imunisasi apa saja yang penting bagi orang dewasa? Simak selengkapnya di artikel YOUVIT berikutnya!