Kenali Metode “SAPERE” untuk Mengatasi Anak Susah Makan 

Buah hati Moms susah makan? Apakah si kecil takut untuk mencoba makanan baru atau hanya mau makan makanan tertentu saja?

 

Pastinya pusing ya, Moms, menghadapi buah hati yang rewel dalam hal makan. Tapi jangan putus asa dulu! Hal ini sangat normal karena bisa saja ini merupakan gejala food phobia. Teori food phobia ini menjelaskan bahwa anak ternyata mempunyai ketakutan alami kepada makanan ata minuman tertentu karena tanpa disadari memiliki ketakutan akan keracunan. Fobia ini pertama kali muncul pada bayi antara usia 12-24 bulan. Jenis makanan yang biasanya tidak disukai di fase ini yaitu susu, sereal, kacang-kacangan, daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan. Anak dengan fobia makanan biasanya akan membatasi pilihan makanan, yang berpotensi menyebabkan defisiensi nutrisi jika tidak dilakukan penanganan dengan tepat.

 

Nah, fobia makanan pada anak-anak dapat disebabkan karena keterbatasan mereka dalam berkomunikasi. Akibatnya, mereka jadi kesulitan mengekspresikan apa yang mereka alami. Moms bisa lebih peka dengan mengenali gejalanya, yaitu biasanya menunjukkan gejala cemas dan takut ketika harus mengonsumsi makanan tertentu. Anak juga akan merasa pusing, keringat berlebih, mual, perasaan seolah tidak bisa bernapas, detak jantung meningkat, dan tubuhnya bergetar. Anak yang mengalaminya, akan menolak makanan yang baru dan asing bagi mereka. 



Walaupun begitu, Moms tak perlu terlalu khawatir. Kasus fobia makanan ini dapat diminimalisir melalui metode “SAPERE” yang dikenalkan oleh Jacques Puisais, Ahli Oenologi dan Filsuf Rasa asal Prancis untuk mengatasi para picky eaters. Kata Latin “Sapere" berarti mengecap, merasakan, dan menjadi berani. “Sapere” didasarkan pada latihan sensorik dan menekankan belajar melalui pengalaman dan belajar. Metode “Sapere” diterapkan saat ini di sejumlah negara Eropa untuk meningkatkan gizi anak-anak. 

 

Berikut 5 metode "SAPERE" yang bisa atasi anak susah makan: 

 

1. Ekspresi kepada makanan

Peran moms adalah memberikan pengajaran pada buah hati untuk bisa lebih jelas mengekspresikan apa yang dirasakan kepada makanan. Dalam metode “Sapere”, anak-anak belajar hal-hal baru tentang makanan menggunakan indera penciuman, rasa, sentuhan, penglihatan dan pendengaran. Metode Sapere menekankan mendukung dan mendengarkan ekspresi anak itu sendiri, tidak hanya “enak” atau “tidak enak”.

 

2. Mengenalkan asalnya makanan

Sediakan makanan baru yang ingin dikenalkan di sekitar anak. Misalnya saat Moms ingin mengenalkan buah semangka, maka potong buah semangka dan sajikan di sekitar anak, sehingga anak mudah melihat dan penasaran ingin mencoba. 

 

3. Belanja bersama ke supermarket

Anak-anak akan lebih mungkin mencoba makanan baru bila mereka dilibatkan dalam memilih makanan saat Moms berbelanja. Ajak mereka ke bagian buah-buahan atau bahan makanan lain yang ingin Moms kenalkan dan biarkan mereka menyarankan pada Moms, buah atau sayur apa yang akan mereka coba.

 

4. Menyiapkan makanan bersama di dapur

Sesekali ajaklah anak ke dapur untuk memasak bersama. Moms bisa memasak bersama anak-anak di dapur. Ajak anak terlibat dalam aktivitas memasak. Pilihlah menu menu makanan sehat yang bisa Moms lihat di internet atau buku buku resep masakan.

 

5. Mencontohkan untuk makan buah dan sayur setiap hari.

Selain Moms menyediakan buah-buahan dan sayur-sayuran, berikan juga contoh pada anak. Caranya bisa dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran di depan anak, dan ekspresikan bahwa Moms menikmatinya.

 

Nah, selain itu, Jacques Puisais juga memberikan tips untuk mengajak anak mencoba makanan tertentu sebanyak 15 kali, sebelum anak dapat mengatakan bahwa mereka suka atau tidak. Selamat mencoba ya, Moms!

Comments (0)

Leave a comment