Makan Buah = Makan Gula? Cari Jawabannya di Artikel Ini!

Makan Buah = Makan Gula? Cari Jawabannya di Artikel Ini!

youvit_gula_dari_buah

Gula merupakan sumber energi nomor satu dalam tubuh. Otak kita perlu gula untuk berfungsi, sama dengan semua sel di dalam tubuh. Meski begitu, konsumsi gula berlebihan tak baik. Apalagi bagi penderita diabetes.

 

Namun, apakah hal ini juga berlaku untuk gula yang terkandung dalam buah-buahan?

 

Menurut Rachel Olsen, Nutrition Expert YOUVIT, gula yang terkandung di dalam buah-buahan merupakan gula alami dalam bentuk fruktosa, tidak sama dengan gula meja atau sukrosa (yang biasa kamu temukan dalam kue, es krim, dan makanan manis lainnya yang tidak mengandung serat dan mengandung banyak lemak).

 

Fruktosa merupakan salah satu jenis karbohidrat. Berbeda dengan jenis karbohidrat lainnya seperti sukrosa dan glukosa, fruktosa mempunyai rasa yang lebih manis. Namun menurut Mayo Clinic, satu buah rata-rata hanya mengandung fruktosa sekitar 15 gram, sehingga hanya menyumbang sedikit kalori pada tubuh kita. Selain itu, buah juga diperkaya dengan serat dan nutrisi.

 

Berikut buah-buahan yang kandungan gulanya paling sedikit:

 

1. Keluarga beri (stroberi, cranberry, raspberry, blackberry

Kelompok buah ini merupakan kelompok buah-buahan yang sedikit kandungan gulanya, dengan rata-rata hanya 4-9 gram per 150 gram penyajian. Akan tetapi, blueberry mengandung kadar gula paling tinggi di antara kelompok beri, yaitu 15 gram per 150 gram takaran penyajian.

 

2. Alpukat 

Superfruit ini rata-rata mengandung 0-1 gram kadar gula dalam satu buah utuh. Namun demikian, alpukat sangat tinggi akan lemak sehat yang bisa menjagamu tetap kenyang lebih lama.

 

3. Jeruk nipis dan lemon 

Kedua buah ini ternyata mengandung sangat sedikit gula, dengan rata-rata hanya sekitar 1-2 gram gula untuk ukuran buah sedang. Sebaliknya, sebuah jeruk ukuran sedang memiliki kandungan gula sebanyak 13 gram.

 

4. Zaitun

Buah zaitun segar sama sekali tidak memiliki kandungan gula, alias 0 gram gula baik dalam keadan utuh dan segar, minyak, maupun acar buah zaitun. Buah zaitun sangat tinggi akan vitamin E dan antioksidan kuat lainnya, serta terbukti baik untuk kesehatan jantung dan melindungi terhadap kanker dan osteoporosis. Per 100 gram penyajian, buah zaitun mengandung 115 kalori, 80% air, 6,3 gram karbohidrat, dan 11 gram serat.

 

Lalu, apakah zat gula dalam buah-buahan jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak tetap berbahaya bagi tubuh kita? Rata-rata gula dalam buah mempunyai indeks glikemi yang rendah. Itu artinya, buah-buahan tidak secara langsung meningkatkan kadar gula dalam darah. Menurut Rachel, buah-buahan juga mengandung vitamin, mineral, antioksidan, polyphenol, dan falvanoid yang dapat mencegah penyakit apapun. “Buah TIDAK menyebabkan diabetes. Penyebab diabetes adalah lemak yang mengalangi gula untuk masuk ke dalam sel,” lanjutnya.

 

 

Jadi meskipun mengandung gula, jangan takut mengonsumsi buah-buahan dalam jumlah yang banyak.

 

 

Eat your fruits and enjoy nature’s natural candy!